enjoy here

enjoy here

Kamis, 13 April 2017

Biografi, Hal - Hal yang Menarik dan Refleksi terhadap KOMIKUS INDONESIA Dhean Dini Rahma Nauli





BIOGRAFI KOMIKUS INDONESIA

Nama lengkap             : Dhean Dini Rahma Nauli
Tempat tanggal lahir   : Subang, 4 desember 1994
Riwayat pendidikan    : RA Al Markaz
MI Al Markas
MTs PERSIS no.51 Pamanukan
MA MIFTAHUL HUDA
LTIQ AS-SYIFA AL-KHOERIYYAH Subang
Gagasan                      : Semua akan indah pada waktunya
Pekerjaan                     : a. Guru Tahfidz di SMPIT Boarding School Al-Ukhuwah Pagaden
b. Pembimbing Asrama di SMPIT Boarding School Al-Ukhuwah Pagaden
c. Komikus Freelance
Karya                          : Buku Ngobrol sama DEADLINE, diterbitkan di majalah komik KMI Roket (3 volume) dan WIMOHA, komik mitologi dicetak indie.

BIOGRAFI KOMIKUS INDONESIA
            Komikus asal Subang kelahiran 4 Desember 1994 yang bernama asli Dhean Dini Rahma Nauli ini merupakan komikus muda Indonesia yang telah berhasil mencetak dan menerbitkan karya-karya terbaiknya. Dua buku yang telah diterbitkan yaitu Ngobrol sama DEADLINE dan Wimoha.
            Hasil lukisan tangannya yang khas di atas kertas membuat banyak orang menggemari hasil karyanya. Wanita yang memiliki akun facebook dan Instagram Dhean De Nauli ini juga sering memposting setiap komik yang telah ia buat.
            Wanita muda lulusan STIQ As-syifa Al-khoeriyyah Subang ini juga memiliki pekerjaan yang sangat mulia yakni sebagai guru tahfidz di SMPIT Boarding School Al-Ukhuwah Pagaden. Tak heran bila Dhean selalu berbusana rapi layaknya seorang muslimah yang shaliha, berkerudung panjang dan memiliki ciri khas dengan kacamatanya itu.
            Berbagai rintangan telah dihadapi Dhean sebagai seorang komikus freelance. Terkadang semangat menggambarnya menurun hingga beberapa kali gagal. Namun ia mengatasinya dengan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Dengan begitu ia akan kembali merasa lebih baik dan membuat komik sebaik-baiknya.
            Komikus muslimah yang menginspirasi ini juga memberikan semangat juga motivasi kepada komikus lainnya, "Semua akan indah pada waktunya Mungkin jalan yang ditunjukan Allah tak sesuai dengan harapan kita. Tapi yang namanya rintangan, duri, dan semua kesulitan yang kita alami akan membuat impian kita terasa manis saat berhasil direalisasikan” ujarnya setelah usai diwawancara.








BIOGRAFI KOMIKUS INDONESIA
Teh Dhean adalah tokoh seorang komikus yang menginspirasi saya, karena saya memiliki cita-cita ingin menjadi seorang komikus. Terkadang saya mencontoh setiap gambar yang ia buat. Goresan tangannya begitu khas.
Profesinya sebagai seorang guru tahfidz juga membuat saya berdecak kagum. Meski dalam kesibukkannya mengajar ia selalu menyempatkan diri untuk membuat komik. Mungkin suatu saat nanti saya juga akan seperti Teh Dhean yang memiliki dua profesi sekaligus.
Tidak hanya The Dhean yang saya kagumi, banyak komikus Indonesia yang juga menginspirasi saya. Seperti teman facebook saya Harwanto Santoso dan masih banyak lagi.




Nama   : Annisa
Kelas   : XI IPA 4
No. Absen : 07


Biografi, Hal - Hal yang Menarik dan Refleksi terhadap Iwan Fals



Biografi Iwan Fals


Siapa yang tidak kenal dengan Iwan Fals, penyanyi satu ini sangat terkenal dengan lagu-lagunya yang berisi kritik kehidupan sosial di Indonesia. Ia merupakan legenda musik Indonesia yang masih hidup sampai sekarang, Iwan Fals dilahirkan dengan nama Virgiawan Listanto, ia terlahir pada tanggal 3 September 1961 di Jakarta.  Ia anak dari pasangan Haryoso (ayah)(almarhum) dan Lies (ibu). Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu.
    Ketika bersekolah di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah. Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen.
    Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
    Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Waktu siaran acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
    Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya yang kritis. Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang di dukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.
A.    Hal-Hal yang Menarik dari Iwan Fals
1.    Beberapa Kali Berganti Nama.
Sebelum populer dengan nama Iwan Fals, ia pernah punya nama lain. Pada tahun 1979 di album Canda Dalam Nada namanya adalah Iwan Fales, kemudian berubah lagi menjadi Iwan Falls, hingga akhirnya nama Iwan Fals di gunakan sampai saat ini.
2.    Punya Nama Islam.
Pada tahun 2011 Iwan Fals pernah melakukan perjalanan Religi, dimana pada saat itu ia di berikan sebuah nama oleh seorang pimpinan pondok pesantren. Nama Muhammad Ridwan Al Fasabi adalah nama yang di berikan kala itu, selain nama, Iwan Fals juga mendapatkan sebuah lahan atau tanah wakaf yang di gunakan jika Iwan Fals ingin membuat sebuah pesantren.
3.    Pernah Mendirikan Partai
Iwan Fals pernah mendirikan partai pada tahun 1998. Partai tersebut bernama Partai Tikus Got. Nama yang unik tersebut terinspirasi dari kehidupan tikus got yang hidup di tempat kumuh,
kotor, bau namun tetap berkembang biak meskipun terus di bunuh dan di buru. Namun sayang partai tersebut tidak pernah di daftarkan untuk ikut dalam pesta demokrasi.
4.    Mengharamkan Brand Produk di Atas Panggung.
Iwan Fals sangat tidak memperbolehkan nama brand suatu produk ada di panggungnya, kalaupun ada itu hanya berada di bawah panggung, bahkan merk-merk alat-alat musik yang di gunakan di tutupi dengan Lapban. Iwan Fals memegang teguh prinsip Panggung Adalah Wilayah Seniman. hal itu juga lah yang membuat ia berbeda dengan seniman-seniman lainnya.
5.    Memakai Peci Pada Konser Kemanusiaan di Lebak Bulus.
Saat akan naik panggung Iwan Fals akan mengikat rambut dengan karet, dua kali karet putus. Saat akan mengikat dengan karet ketiga dia berkata, “kalo ini putus lagi berarti karena kalian”, kepada penonton. Karet pun putus dan disambut teriakan histeris dari penonton. Akhirnya salah seorang panitia meminjamkan peci yang dikenakan sepanjang konser. Kata-kata yang masih teringat adalah saat terjadi sedikit kericuhan.Iwan Fals berteriak, “sambil nunggu magrib jangan berkelahi! ”
6.    Nama anaknya, Galang dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981), dan nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991.

B.    Hal-Hal yang menjadi Keteladanan dari Iwan Fals
Beliau adalah sosok yang sederhana, kreatif, berani, jujur, inovatif, Inspiratif dan imajinatif. Melalui lagu-lagunya, ia menceritakan tentang kehidupan sosial-budaya di akhir tahun 1970-an hingga masa sekarang. Lagunya juga berisi tentang kritik atas perilaku sekelompok orang contohnya Wakil Rakyat, Tante Lisa, empati bagi kelompok marginal misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku, atau bencana besar yang melanda Indonesia atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia mendominasi judul lagu-lagu yang ia nyanyikan. Beliau juga sempat aktif di kegiatan olahraga, ia pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik), dan sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga. Suaranya yang khas dan syair yang kritis dari sang maestro mampu mengobati rasa dahaga fans Iwan Fals.
C.    Reflesi Iwan Fals dengan Che Guevara
Che Guevara adalah seorang revolusioner yang hidupnya dihabiskan dalam perantauan. Bukan hanya seorang revolusioner, sahabat Soekarno tersebut juga seorang dokter yang sangat mulia. Bagaimana tidak, beberapa kali beliau mengobati orang sakit tanpa imbalan. Hingga saat ini, beberapa fotonya yang menggunakan topi berbintang satu masih terpajang dimana-mana mulai dari poster, kaos, dll. Berikut beberapa kesamaan antar Iwan Fals dan Che Guevara:
1.    Pemberontak
Tidak bisa dipungkiri memang kalau mereka berdua adalah seorang pemberontak. Iwan fals memberontak era orde baru melalui lagu-lagunya, sedangkan Che Guevara memberontak dengan senjata melawan ketidakadilan di kawasan Amerika Selatan kala itu.

2.    Kehidupan
Iwan Fals dan Che Guevara memiliki kesamaan dalam menjalani hidup. Iwan Fals yang notabene berasal dari keluarga berkecukupan, beliau malah memilih hidup di jalan, ngamen sana-sini demi keberlangsungan hidup. Sedangkan Che Guevara memilih merantau mengelilingi Amerika Selatan, padahal bisa saja dia hidup nyaman dengan uang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjadi dokter di rumah sakit. Tapi pada kenyataannya dia malah memilih meninggalkan rumah untuk melihat keadaan masyarakat di Amerika Selatan yang pada saat itu banyak yang hidup dalam kemiskinan.
3.    Romantis
Mungkin ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa seseorang menampilkan foto Che Guevara pada salah satu lagu Iwan Fals. Banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya Che Guevara adalah seorang yang romantis. Itu terbukti pada film “The Motorcycle Diaries”.  Pada film tersebut banyak membuktikan bahwa Che adalah sosok yang romantis.

D.    Reflesi Iwan Fals dengan Diri Sendiri
Persamaan antara saya dengan sosok Iwan Fals tidaklah banyak, tetapi kita sama-sama sosok yang berani untuk menyampaikan hal yang salah atau kritikan melalui kalimat-kalimat sindiran dan senang menuangkan perasaan dengan catatan-catatan berupa lirik yang sederhana.


Nama     : Luthfi Latifah
Kelas     : XI IPA 4
No. Absen : 23

Biografi, Hal - Hal yang Menarik dan Refleksi terhadap Chairul Tanjung



Biografi Chairul Tanjung
Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Orang tua Chairul Tanjung bernama A.G Tanjung (Ayah) yang berketurunan Batak sedangkan ibunya bernama Halimah adalah orang Sunda tepatnya Sukabumi.
Awalnya keluarga Chairul Tanjung adalah keluarga yang berlebih, ayahnya adalah seorang wartawan di jaman Presiden Soekarno dan juga menerbitkan majalah lokal yang oplahnya lumayan. Namun kemudia saat era Soeharto, surat kabar dari ayah Chairul Tanjung dicurigai sebagai antek orde lama dan akhirnya dipaksa untuk tutup.
Dari sinilah perekonomian keluarganya menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Rumah yang cukup luas yang didiami keluarganya terpaksa harus dijual untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Chairul Tanjung bersama saudara dan orang tuanya harus pindah ke kamar losmen yang sangat sempit.

Walau tengah dihimpit kesulitan ekonomi namun ayah dan ibunya ingin anak-anaknya mengenyamm pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu saat Chairul lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, ia kemudian melanjutkan studinya di Kedokteran gigi Universitas Indonesia.  Chairul termasuk mahasiswa yang pandai. Ia sempat mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.
Kuliah Sambil Berbisnis
Untuk menopang uang sakunya yang jauh dari cukup, Chairul pun berkuliah sambil berbisnis. Awalnya ia berjualan buku kuliah stensilan, kemudian juga berjualan kaos. Ia bersama temannya kemudian juga membuka usaha foto copy di kampusnya. Ia juga membuka kios di daerah Senen Raya Jakarta Pusat yang menyediakan aneka kebutuhan dan peralatan kedokteran dan laboratorium.
Walau ia harus mmebagi waktu antara kuliah dan berbisnis, namun Chairul bisa menyelesaikan kuliah nya di kedokteran gigi dengan baik. Ia kemudian menyandang gelar Sarjana kedokteran dibelakang namanya. Namun karena darah bisnis rupanya lebih kental, ia kemudian memutuskan untuk menjemput rejeki dari bisnis bukan sebagai dokter gigi.
Chairul kemudian lebih memantabkan bisnisnya dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga temannya pada tahun 1987. Bisnis ini bermodalkan hutangan dari bank Exim sebesar 150 juta. Perusahaan Chairul dan temennya ini memproduksi sepatu anak-anak untuk diekspor. Mereka patut berbangga karena begitu mendirikan usaha ini mereka langsung menerima orderan sebesar 160 ribu pasang sepatu dari Itali. Namun kemudian Chairul memutuskan untuk berpisah dan mendirikan usaha sendiri karena ternyata ketiga temannya memiliki visi yang berbeda dengan dirinya.
Membentuk Konglomerasi
Chairul Tanjung kemudian mendirikan perusahaann sendiri yang bergerak dibidang media yaitu mendirikan Trans TV. Chairul Tanjung sangat pandai dalam membangun jaringan . Perusahaannya ini semakin maju dan akhirnya berhasil membuat suatu konglomerasi yang kemudian diberi nama Para Group. Para Group sendiri kemudian membagi tiga ladang usahanya yaitu dibidang keuangan, properti, multimedia.
Di bidang keuangan berkembang menjadi perusahaan seperti :
•         Bank Mega Tbk
•         Asuransi Umum Mega
•         Asuransi Jiwa Mega Life
•         Para Multifinance
•         Mega Capital Indonesia
•         Bank Mega Syariah
•         Mega Finance
Dibidang Investasi, Para Group juga mengakuisi si Carefour Indonesia dimana awalnya hanya memegang 40% saham namun kini Para Group memegang 100% saham Carefour. Kemudian Para Group juga membeli saham Garuda Indonesia tapi entah berapa persen.
Di bidang properti, Para Group memiliki perusahaan seperti :
•         Para Bandung Propertindo
•         Para Bali Propertindo
•         Batam Indah Investindo
•         Mega Indah Propertindo
•         Bandung Supermall
Di bidang multimedia, Para Group membawahi anak perusahaan seperti :
•         Trans TV
•         Trans 7
•         Maha Gaya Perdana
•         Trans Fashion
•         Trans Life Style
•         Trans Studio
•         Diberitakan juga baru-baru ini Para Group juga membeli TV One dan AntV

Karena keberhasilannya ini, Chairul Tanjung kemudian dinobatkan sebagai konglomerat baru di Indonesia dimana beliau berada di urutan ke 937 dunia versi majalah Forbes tahun 2010 (mungkin saat ini urutannya naik) dan juga sebagai orang terkaya ke enam di Indonesia.

Chairul Tanjung kemudian merubah nama Para Group menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011.
Pendidikan Chairul Tanjung
•             SD Van Lith, Jakarta (1975)
•             SMP Van Lith, Jakarta (1978)
•             SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
•             Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
•             Executive IPPM (MBA; 1993)

Rahasia Sukes Bisnis Chairul Tanjung
Chairul Tanjung bisa mencapai kesuksesan seperti ini bukan karena beliau adalah orang super. Ini dikarenakan beliau sangat pandai dalam membangun jaringan atau networking. Bagi Chairul, membangun jaringan adalah segalanya bahkann diatas modal itu sendiri. Ketiak bisnisnya lesu maka jaringan bisa diandalkan.
Membangun jaringan tidak hanya pada orang atau perusahaan yang sudah ternama saja, pada perusahaan yang belum ternama pun juga perlu karena siapa tahu esoknya kita memerlukan bantuan mereka bahkan pada seorang kurir pun menjaga networking sangat dibutuhkan.
Dalam membangun bisnisnya, Chairul sangat sabar menapaki tangga bisnisnya. Selain kerja keras, pantang menyerah dan jaringan, kesabaran juga sangat penting. Chairul menyarankan agar tidak melakukan cara-cara instan karena itu hanya akan menjadi api dalam sekam bagi bisnisnya.

Hal-hal Yang Merarik Dari Chairul Tanjung
•    Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.
•    Menjadi sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.
•    Meskipun kini Chairul Tanjung telah sukses dan dikenal banyak orang namun dibalik semua itu banyak kisah pelik dan ketidak punyaanya dimasa lalu. Hal itupun bukan menjadi keputusasaan dalam menjalani hidup melainkan menjadi pelajaran berharga dan menjadi pemacu semangat untuk meraih kesuksesan.
•    Kuliah Sambil Berbisnis
•    Chairul Adalah manusiawi ketika berusaha, seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa diterima secara langsung.
Hal-hal Teladan Dari Chairul Tanjung
1.    Chairul tanjung sudah terbiasa mencari uang atas jerih payahnya sendiri mulai dari berjualan es mambo hingga bekerja di tukang fotocopy ketika berkuliah. Pernah dijuluki si Anak Singkong karena berasal dari anak kampung dari keluarga yang cukup sederhana.
2.    Untuk membiayai kuliahnya yang cukup besar dia berjualan buku kuliah stensilan dan kaos selain itu Ia juga pernah membuka usaha foto kopi dikampus.
3.    Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.
4.    Bagi Chairul Tanjung ibu adalah segalanya. “Bila kita benar-benar berbakti kepada ibu dengan sepenuh hati dan ikhlas maka surga akan kita gapai di dunia ini.
5.    Chairul memilih pisah dari PT Pariarti Shindutama (yang dibangun bersama tiga orang rekannya) dan mendirikan usaha sendiri. Beliau sangatlah piawai dalam membangun jaringan dan berorganisasi hal inilah yang membuat bisnisnya semakin berkembang.
6.    Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu.

Refleksi:
•    Menggapai keinginan dengan sabar
•    Bagi sayapun Ibu adalah segalanya
•    Mengisihkan uang untuk sebagian bisnisnya

Nama     : Triansyah Pahlawan Putra
Kelas     : XI IPA 4
No. Absen : 36