enjoy here

enjoy here
Tampilkan postingan dengan label Kelas XI SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas XI SMA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2016

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel The Hunger Games Karya Suzanne Collins



       I.            UNSUR INTRINSIK NOVEL TERJEMAHAN






1)      Judul : The Hunger Games
2)      Tema : Petualangan, Aksi, Kehidupan, Politik dan Sains.
3)      Latar :
Ø  Waktu : Novel ini merupakan novel dengan jalan cerita yang menjelaskan tentang bayangan di masa depan, atau biasa disebut distopia. Sedangakan latar pagi, siang, sore dan malam hari, sudah mencakup ke dalamnya.
Ø  Tempat : District 12, Panem (yang merupakan wilayah dimana capitol beserta ke-12 distrik), Capitol, Arena Pertarungan
Ø  Suasana : Menyeramkan, Tegang, Haru dan  Sedih.
4)      Alur : Alur maju dan mundur (flashback) atau campuran.
5)      Tokoh & Penokohan :
                                                Katniss Everdeen        : Pemberani, tegas, kuat, keras.
§  Peeta Mellark              : Penyayang, lembut, mudah cemas.
§  Primrose Everdeen      : Penyayang, lembut.
§  Gale Hawthorne         : Kuat, pemberani, bertanggung jawab, dapat dipercaya.
§  Ibu Katniss                  : Pendiam, mudah terpukul.
§  Caesar Flickerman      : Baik, ramah.
§  Cinna                          : Ramah, baik, penyayang, lembut.
§  Presiden Snow            : Keras, Kejam, otoriter, keras.
§  Haymitch Abernathy : Perhatian, menyebalkan, suka mengulur waktu.
§  Rue                              : Lembut, penyayang, pemalu, gesit.
§  Effie Trinket                : Cerewet, centil, pengertian.
§  Seneca Crane              : Jahat, mudah dibujuk.
§  Cato                            : Kejam, keras, serakah.

6)      Sudut Pandang : Orang pertama.
Karena pada novel ini, penulis menuliskan jalan cerita dengan menggunakan sudut pandang Katniss saja.
7)      Gaya Bahasa : Gaya Bahasa formal.
Majas yang digunakan antara lain : majas perumpamaan seperti penggunaan kata bagaikan, ada juga majas hyperbola dan sindiran didalamnya.

8)      Amanat ; Pelajaran yang dapat kita ambil adalah hidup itu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Namun kita patut memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan.

9)      Sinopsis :

The Hunger Games menceritakan tentang seorang gadis berusia 16 tahun bernama Katniss Everdeen yang tinggal di sebuah tempat bernama Distrik 12, di mana mayoritas penduduknya bekerja sebagai penambang. Distrik 12 adalah sebuah distrik terakhir, salah satu dari 12 distrik di negara yang disebut Panem. Panem sendiri merupakan sebuah negara dimana dulunya Amerika Utara pernah berada, yang setelah bencana besar di Bumi menjadi satu-satunya wilayah yang selamat. Karena pemberontakan gagal terhadap pemerintahan Panem 75 tahun sebelumnya, pemerintahan Panem lantas melakukan sebuah kompetisi maut yang diadakan di ibukota negara yang bernama Capitol.
Kisah tragis nan mengharukan timbul ketika Prim, Adik Katniss terpilih menjadi peserta The Hunger Games dari Districtnya, namun ada kejadian yang mengejutkan dan menarik pehatian para sponsor. Tragedi apakah itu? Dan Bagaimana kelanjutan kisahnya? Silahkan baca novel The Hunger Games.


    II.            UNSUR EKSTRINSIK NOVEL TERJEMAHAN
1)      Latar Belakang Penulis
Nama Lengkap : Suzanne Collins
Profesi : Penulis skenario dan Novelis
Tempat Tanggal Lahir : Hartford, Connecticut 10 Agustus 1962
Karya – Karya :
  1. Gregor the Overlander (2003)
  2. Gregor and the Prophecy of Bane (2004)
  3. Gregor and the Curse of the Warmbloods (2005)
  4. Gregor and the Marks of Secret (2006)
  5. Gregor and the Code of Claw (2007)
  6. The Hunger Games (2008)
  7. Catching Fire (2009)
  8. Mockingjay (2010)
  9. Fire Proof: Shelby Woo #11 (1999)
  10. When Charlie McButton Lost Power (2005)
  11. When Charlie McButton Gained Power (2009)

2)      Identitas Buku :
Judul : The Hunger Games
Pengarang : Suzanne Collins
Penerjemah  : Hetih Rusli
Penerbit : Gramedia
Cetakan: Oktober 2009
Tebal Buku : 408 halaman
Kategori : Sains Fiksi

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Supernova Petir Karya Dee



       I.            UNSUR INTRINSIK NOVEL INDONESIA




1)      Judul : Petir
2)      Tema : Kehidupan, ilmu pengetahuan dan misteri.
3)      Latar :
Ø  Waktu : Dini hari, Subuh, Pagi hari, Sore menjelang malam, Malam hari, Tengah malam.
Ø  Tempat : Di Bandung, Rumah Eleanor Elektra, Toko Bu Sati, Pemakaman, Warnet Bellatrix, Gereja dan Tempat pengobatan alternative.
Ø  Suasana : Tegang, menyedihkan, senang dan membingungkan.
4)      Alur : Alur maju dan mudnur (flashback) atatu campuran.
5)      Tokoh & Penokohan :
Ø  Dimas
§  Mudah marah dan sensitif. Terbukti pada kalimat “Ia tahu kalimat itu percuma. Dimas akan berjalan masuk ke kamarnya, menutup pintu. Tidak keluar sampai pagi, kecuali kalau ada kebakaran”
Ø  Reuben
§  Cerdas namun pelupa. Terbukti pada kalimat “Reuben menutup mata, frustasi. Kenapa ia selalu lupa? Kenapa tidak pernah bisa ingat? Bukan hari ini saja”.
Ø  Elektra
§  Pemalas. Terbukti pada kutipan “Aku, si Bungsu Pemalas yang jarang punya aksi”
§  Demokratis. Terbukti pada sikap yang diceritakan penulis yaitu membebaskan kakaknya menentukan agama pilihan.
§   Cerdas, Ulet , Mandiri, Tabah dan Kuat. Hal ini terlihat dari kutipan “Betapa kerennya konsep ini nanti: Elektra, si gadis sebatang kara, mandiri dan tabah mengarungi hidup, tinggal di rumah besar dan cantik berlokasi strategis”.
§  Tidak Putus asa dan Kreatif. Yerbukti ketika ia berusaha mencari pekerjaan walaupun tak kunjung dapat dan akhirnya membangun warnet bersama rekan rekannya. Dan Terbukti ketika dia mengurus masalah lamaran pekerjaan ke STIGAN, dia memiliki beberapa rencana, ketika satu rencana gagal, maka dia akan melakukan rencana yang lain.
Ø  Watti

§  Hiperaktif. Terbukti pada kutipan “Watti, si Sulung Hiperaktif yang selalu beraksi”
§  Centil. Terbukti karena diceritakan penulis ketika Watti mulai suka berdandan di usia yang masih sangat remaja
§  Penyayang. Terbukti pada saat ia telah menikah dan meninggalkan Elektra seorang diri ia selalu menelponnya.
§  Sembrono.
§  Menghargai.
§  Emosiaonal dan humoris
§  Pemilih namun kadang suka pamer.
§  Rapuh.
Ø  Bu Sati
§  Penyayang
§  Ramah. Terbukti pada kutipan “Seorang ibu gemuk berumur 40-an tahun berwajah hangat tersenyum lebar kepadaku”
§  Kreatif
§  Suka menolong. Hal ini terbukti ketika dia tidak mau dibayar ketika mengajari Ektra meditasi, karena baginya sudah merupakan kewajiban menolong orang lain.
§  Sensitif/punya kepekaan. Terbukti ketika penulis menceritakan bahawa dia tahu Ektra sedang sakit, meskipun dia tidak berada di tempat Ektra.
§  Berkharisma.
§  Bijak.

Ø  Mpret
§  Kucel
§  Menarik
§  Intelektualnya tinggi
§  Cerdas cermat
§  Hemat walau agak pelit
§  Pemendam perasaan
§  Semangat.
§  Menyenangkan.
§  Sederhana dan efektif.”
§  Kreatif.
Ø  Kewoy
§  Ceria
§  Humoris
§  Pintar
§  Suka menolong.
§  Baik hati/protektif.
§  Phobia.
§  Tertutup.
Ø  Dedi
§  Ayah Elektra
§  Penyabar
§  Penyayang
§  Pendiam

6)      Sudut Pandang : Terkadang Orang Pertama (Aku/ Saya), terkadang orang ketiga (Elektra)
7)      Gaya Bahasa : Bahasa Indonesia Formal, dengan penggunaan gaya bahasa sehari – hari. Kadang dicampuri bahasa Sunda, karena latarnya orang Bandung.
Untuk Bahasa Indonesia Formal, terbukti pada kutipan, “Aku, si Bungsu Pemalas yang jarang punya aksi.”
Untuk campuran bahasa Sunda, terbukti pada penggunaan istilah istilah seperti cilok aci dicolok, euy,eta pisan, kumaha maranehna dan sejenisnya.
Majas yang digunakan antara lain : majas hyperbola, personifikasi, dan berbagai majas perumpamaan juga sindiran.

8)      Amanat ; Pelajaran yang dapat kita ambil adalah segala resiko hidup harus kita hadapai dan jangan pernah menyerah dan menyalahkan keadaan. Karena sebernya Tuhan telah merencanakan sesuatu yang bahkan kadang kita tidak menduganya, tinggal kita yang mau berusaha atau tidak.
9)      Sinopsis : Pada dasarnya Seri Petir ini adalah seri ke-3 jadi ada serangkaian konflik yang sudah ternagaki pada 2 seri sebelumnya, pada seri ini ada tokoh baru bernama Elektra, dia mempunyai relasi yang baik dengan partikel partikel listrik di alam, namun kekuatannya ini kadang dapat mencelakakan dirinya bahkan sahabat sahabatnya. Namun, setelah bertemu Bu Sati, semuanya berubah kejalan yang lebih baik. Ia diajarkan bermeditasi dan menyalurkan kekuatannya itu untuk kebaikan. Hingga samapilah waktunya ia bertemu dengan saudara Mpret yang bernama Bong. Dan karena Bong lah ia bertemu dengan sang Akar. Siapakah itu? Mau tahu lebih jauh tentang kisah hidup Elektra dan segala misteri dibalik itu semua? Silahkan baca novel Supernova seri ke 3 Petir.

    II.            UNSUR EKSTRINSIK NOVEL INDONESIA
1)      Latar Belakang Penulis
Nama Lengkap : Dewi Lestari
Nama Pena : Dee
Profesi : Penulis, Penyanyi
Tempat Tanggal Lahir : Bandung,  20 Januari 1976
Karya – Karya : Filosopi Kopi, Rectoverso, Perahu Kertas, Supernova yang terdiri dari beberapa seri diantaranya Ksatria, Putrid an Bintang Jatuh, Akar, Petir, Partikel dan Gelombang.
2)      Identitas Buku :
Judul : Petir
Pengarang : Dee
Penerbit : PT. Truadee Pustaka Sejati
Cetakan Pertama : 2004
Tebal Buku : 225 halaman
Kategori : Sains Fiksi